Sawarna

Sawarna

Pantai Sawarna adalah sebuah pantai yang menghadap ke Samudera Hindia, sehingga mempunyai ombak khas pantai selatan yaitu berombak besar dan berarus kuat. Read More

Angklung

Angklung Buhun

Angklung buhun adalah alat musik tradisional khas Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dinamakan buhun karena kesenian ini lahir bersamaan dengan hadirnya masyarakat Baduy. Read More

Rabeg

Rabeg

Sup khas Banten ini unik rasanya, mirip dengan semur daging Betawi. Kuahnya kecokelatan dengan rasa manis pedas. Read More

Slide # 4

Mesjid Agung Banten

Dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sekaligus sultan pertama Kasultanan Demak dan putra pertama Sunan Gunung Jati. Read More

Debus

Debus

Debus merupakan kesenian bela diri dari Banten. Kesenian ini diciptakan pada abad ke-16, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570). Read More

Senin, 24 November 2014

Pantai Sawarna


Pantai Sawarna 300x225 Wisata Banten   Desa dan Pantai Sawarna Lebak

Pantai Sawarna adalah sebuah pantai yang menghadap ke Samudera Hindia, sehingga mempunyai ombak khas pantai selatan yaitu berombak besar dan berarus kuat, menjadikannya sangat cocok untuk wisata selancar. Memang wisata selancar belum terlalu populer di Indonesia, tapi di luar negeri banyak sekali orang yang menyukai kegiatan air ini. Di Pantai Sawarna banyak wisatawan asing yang betah berlama-lama berada di sini untuk berselancar, dan juga berkunjung ke tempat wisata lain di Desa Sawarna.
Pantai Sawarna yang mempunyai panjang 65 KM, dengan air laut yang jernih, pasir yang putih, berbukit hijau, dihiasi karang, dan tidak terlalu ramai pengunjung adalah pantai yang paling indah di Banten sehingga anda tidak perlu ragu untuk datang berkunjung dan menikmati pesona wisata yang tersembunyi ini. Berlokasi di sebuah desa pesisir selatan, Pantai Sawarna selalu dihubungkan dengan kisah sang penguasa laut selatan, Nyai Roro Kidul.
Pantai Sawarna yang berjarak sekitar 150 KM dari kota Rangkasbitung banyak didatangi wisatawan yang berasal dari Bandung, Jakarta, dan sekitarnya karena dari kota-kota tersebut jaraknya tidak terlalu jauh. Selain itu jalanan menuju Pantai Sawarna juga sudah lumayan baik, dan terus diperbaiki sehingga bisa saya pastikan dalam waktu beberapa tahun ke depan, tempat wisata di Banten ini akan menjadi salah satu primadona wisata bagi warga Bandung, Jakarta, dan sekitarnya. Waktu perjalanan dari Jakarta menuju Pantai Sawarna adalah sekitar 7 jam dengan jarak tempuh sekitar 270 KM.


Akses Ke Pantai Sawarna
Pantai Sawarna dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta, maka rute yang akan anda tempuh yaitu:
  • Jalur Timur: Tol Jagorawi, Ciawi, Cibadak, Pelabuhan Ratu, Sawarna.
  • Jalur Barat: Tol Merak, Serang Timur, Pandeglang, Gunung Kencana, Malingping, Bayah, Sawarna.
Disarankan menggunakan jalur timur karena jalur barat suasananya sepi dan gelap, sehingga anda akan kesulitan bila membutuhkan bantuan. Selain itu juga masih jarang terdapat tempat makan dan tempat pengisian bensin



Sumber: http://anekatempatwisata.com/wisata-banten-desa-dan-pantai-sawarna-lebak/

Rabu, 19 November 2014

me


 Di zaman sekarang untuk mempromosikan sesuatu sangat mudah apalagi dengan maraknya sosial media.seperti yang saya lakukan, itu adalah gambar saya mempromosikan salah satu isi blog saya. selain Facebook kita juga bisa mempromosikan di Twitter, Instagram, BBM, dan sebagainya.Mari coba yuks :)




Nama             : Eva Siti Nurjanah
TTL                : Lebak,22 april 2000
Agama            : Islam
Sekolah          : SMAN 3 Rangkasbitung
Hobby            : Menulis, Baca Novel, Dll
Daerah Tinggal: Rangkasbitung,Banten
Facebook        : Eva Siti Nurjanah(euva)
Twitter             : @hafidzaheva  @eva_sn08
Email               : evanurjanah2111@gmail.com
alamat Blog      : cummela.blogspot.com  dan    berbagiceritablogz.blogspot.com

Senin, 10 November 2014

Stasiun Rangkasbitung

 
Stasiun Rangkasbitung (RK) adalah stasiun yang terletak di Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak,Banten. Stasiun ini dibangun pada tahun 1901, kini Stasiun Rangkasbitung merupakan stasiun yang ramai di wilayah Daerah Operasi I Jakarta sekaligus satu-satunya Stasiun besar di Provinsi Banten. Di Stasiun ini juga terdapat Dipo Lokomotif yang menyimpan gerbong Kereta api Langsam, Rangkas Jaya, serta Banten Ekspres dan lokomotif jenis CC201 yang didatangkan dari Dipo lokomotif Jatinegara dan Dipo lokomotif Tanahabang. Dulu terdapat Jalur kereta api menuju Labuan melewati Pandeglang, Pandeglang. Jalur ini juga mempunyai cabang di Saketi menuju Bayah. Seluruh kereta api mulai dari kereta api barang maupun kereta api penumpang berhenti di stasiun ini.


Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Rangkasbitung

Sabtu, 08 November 2014

Gemblong

gemblong itulah nama kue tradisional ini, berbentuk bulat terbuat dari bahan tepung yang dibuat adonan bersama bahan-bahan lain lalu setelah digoreng dan didinginkan dilapisi dengan menggunakan cairan gula yang telah dilarutkan. namun yakinkah anda untuk membeli atau menyantap kue dengan nama unik cenderung aneh ini, yakin saja karena kue ini rasanya tidak seaneh namanya, gurih dan manis itulah sensasi yang akan anda dapat dari rasa kue ini.

Bahan:
100 g tepung ketan putih
50 g kelapa parut kasar
1/4 sdt garam
60 ml santan hangat dari 1/4 butir kelapa
minyak untuk menggoreng
Bahan pelapis:
50 g gula pasir
50 g gula merah, sisir
75 ml air

Cara membuat:
1. Gemblong: Campur tepung ketan putih, kelapa parut kasar, dan garam. Aduk rata. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis. Ambil sedikit adonan, bentuk oval. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga matang. Angkat, tiriskan.
2. Pelapis: Panaskan gula pasir, gula merah, dan air hingga berbusa dan kental.
3. Tambahkan gemblong, aduk sampai terbalut. Matikan api, aduk hingga terbalut gula dan kering.



Sumber: http://menuinternasional.blogspot.com/2013/05/cara-membuat-kue-gemblong-istimewa.html
http://www.griyakuliner.com/gemblong/

Masjid Agung Banten

Hasil gambar untuk masjid agung banten 
Dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sekaligus sultan pertama Kasultanan Demak dan putra pertama Sunan Gunung Jati. Masjid ini selain sebagai pusat pengembangan Islam di Banten, juga untuk melengkapi bangunan kesultanan yang ada. Masjid Agung Banten berada di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara kota Serang.

Masjid Agung Banten merupakan bangunan bersejarah masa penyebaran Islam di Jawa bagian barat dan sekarang menjadi tempat favorit peziarah di Jawa. Meskipun telah berumur lebih dari 4 abad tetapi masjid ini masih berdiri kokoh dan terawat baik. Seperti juga masjid-masjid lainnya, bangunan induknya berdenah segi empat.

Atap masjid ini bersusun lima dengan bagian kiri dan kanannya terdapat masing-masing serambi.  Atapnya yang bertumpuk lima berbeda dengan masjid di Jawa umumnya yang bertumpuk tiga. Sebuah pengaruh arsitektur China terlihat di sana sini mengingat salah satu arsiteknya adalah Tjek Ban Tjut (Pangeran Adiguna) yang berasal dari China (ada yang menyebut dari Mongolia). Atap lima tumpuk itu mempunyai makna 5 Rukun Islam. Sebenarnya dua atap teratas terlalu kecil untuk disebut atap, jadi terkesan hanya sebuah hiasan atau “mahkota” bangunan saja.

Pintu masuk Masjid di sisi depan berjumlah enam yang berarti Rukun Iman. Enam pintu itu dibuat pendek agar setiap jamaah menunduk untuk merendahkan diri saat memasuki rumah Tuhan. Jumlah 24 tiang masjid menggambarkan waktu 24 jam dalam sehari

Di serambi kiri yang merupakan bagian utara masjid terdapat makam beberapa sultan Banten dan keluarganya, seperti makam Maulana Hasanuddin dan isterinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nashr Abdul Qahhar. Sedangkan di dalam tepat di serambi kanan selatan terdapat pula makam-makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul 'Abidin, dan kerabat kesultanan lainnya.

Di bagian sisi timur masjid terdapat menara setinggi 24 meter dengan diameter pangkalnya 10 meter. Menara ini dulunya selain tempat untuk mengumandangkan adzan juga untuk mengawasi perairan laut. Dibangun masa Sultan Haji tahun 1620 oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendrik Lucaszoon Cardeel. Pada waktu itu, Cardeel membelot kepada pihak Kesultanan Banten, kemudian dianugerahi gelar Pangeran Wiraguna.

Bagian Selatan Masjid Agung Banten terdapat bangunan yang dinamakan Tiyamah. Bentuknya berupa segi empat panjang dan bertingkat. Bangunaan ini mempunyai langgam arsitektur Belanda kuno dan menurut sejarah hasil rancangan Lucazoon Cardeel. Dahulu bangunan ini dipergunakan sebagai tempat musyawarah dan diskusi keagamaan.

Banten sejak dahulu dikenal dengan kehidupan agamanya yang harmonis dan toleran. Buktinya Akan Anda temukan kuil China yang dibangun pada masa-masa awal kesultanan Banten, letaknya sekitar 50 meter dari Benteng Speelwijk. Kuil ini juga merupakan salah satu kuil tertua di Indonesia.

Setiap hari Masjid Agung Banten ramai dikunjungi peziarah yang datang tak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara tetangga.

Transportasi
Untuk mencapai Banten Lama dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Jakarta. Keluar dari pintu tol Serang Timur, belok kanan maka sekitar 11 km kemudian Anda akan mencapai Banten Lama.

Dari Terminal Pakupatan, Anda dapat naik angkutan kota ke arah Banten Lama.



Sumber:  http://www.indonesia.travel/id/destination/608/masjid-agung-banten

Selasa, 04 November 2014

Angklung Buhun

 
Angklung buhun adalah alat musik tradisional khas Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dinamakan buhun karena kesenian ini lahir bersamaan dengan hadirnya masyarakat Baduy. Buhun berarti tua, kuno (baheula ). Jadi, maksudnya angklung buhun adalah angklung tua yang menjadi kesenian pusaka masyarakat Baduy 
angklung buhun sudah ada sejak 18 abad yang lalu. Kesenian ini dianggap memiliki nilai magis (kekuaan gaib) dan sakral. Selain itu kesenian ini juga punya arti penting sebagai penyambung amanat untuk mempertahankan generasi masyarakat Baduy. Makna yang ada dalam kesenian ini adalah untuk meningkatkan persatuan, kebersamaan, dan ketahanan dalam setiap langkah menuju kesejahteraan.
Kesenian ini juga dimainkan pada Upacara Ngaseuk. Upacara ini bertujuan agar proses penanaman padi lancar dan hasil panennya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Baduy.
 Kesenian Angklung Buhun memiliki karakter kesenian yang sederhana baik dalam lirik atau lagunya.Kesenian pusaka masyarakat Baduy ini biasanya menggambarkan alam sekitar. Biasanya juga menciptakan suasana yang nyaman, damai, dan harmonis.
Sumber:  http://www.kidnesia.com/Kidnesia2014/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Banten/Seni-Budaya/Angklung-Buhun-Kesenian-Pusaka-Masyarakat-Baduy

Rabeg Khas Serang


rabeg khas serang Mencicipi 5 Wisata Kuliner Khas Banten
Sup khas Banten ini unik rasanya, mirip dengan semur daging Betawi. Kuahnya kecokelatan dengan rasa manis pedas yang cukup nendang! Isinya perpaduan antara daging kambing dan sapi yang empuk. 
Rabeg ini tidak hanya berisi daging sapi saja, tapi juga ada potongan iga kambing. Daging pada iga nya pun empuk dan tidak berbau sama sekali. Sedangkan sate sapi ini berukuran tidak terlalu besar, sepintas tampilannya sama saja dengan sate ayam.
Yang unik adalah bumbu kacang yang digunakan untuk melumuri satenya. Bumbu kacang ini cenderung encer tidak kental seperti kebanyakan sate. 




Sumber:   http://alamatku.detik.com/direktori/rabeg-khas-serang--h-naswi